Multi-Cloud Semakin Kompleks: Ini Kenapa Visibility Jadi Kunci Utama

Banyak organisasi saat ini sudah masuk ke fase multi-cloud. Mereka menggunakan kombinasi berbagai layanan seperti AWS, Azure, GCP, hingga on-premise untuk mendapatkan fleksibilitas, skalabilitas, dan kecepatan dalam menjalankan bisnis. Strategi ini memang memberikan banyak keuntungan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru yang sering tidak disadari.

Semakin banyak platform yang digunakan, semakin sulit untuk melihat risiko secara menyeluruh. Inilah masalah utama yang sering terjadi di lingkungan multi-cloud. Tim IT dan security tidak kekurangan tools, tetapi justru kekurangan visibilitas yang utuh terhadap kondisi keamanan mereka.

Melihat tantangan ini, Tenable menghadirkan pembaruan pada solusi cloud security mereka dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Mereka tidak lagi hanya fokus pada vulnerability scanning, tetapi mulai mengarah ke konsep yang lebih luas, yaitu exposure management.

Salah satu masalah utama dalam multi-cloud adalah fragmentasi. Setiap cloud memiliki dashboard, konfigurasi, dan cara analisis yang berbeda. Akibatnya, tim security harus berpindah-pindah platform hanya untuk memahami satu risiko. Kondisi ini membuat banyak celah tidak terlihat karena informasi tersebar di berbagai tempat.

Padahal, dalam banyak kasus, risiko terbesar justru tidak berasal dari satu sistem saja, tetapi dari hubungan antar sistem. Sebuah misconfiguration yang terlihat kecil bisa menjadi berbahaya ketika dikombinasikan dengan akses yang terlalu luas atau koneksi ke resource lain. Jika dilihat secara terpisah, semuanya terlihat aman. Namun jika digabungkan, bisa menjadi jalur serangan yang serius.

Untuk menjawab hal ini, Tenable memperkenalkan pendekatan multi-cloud risk analysis. Pendekatan ini tidak hanya melihat vulnerability secara individual, tetapi juga memahami bagaimana setiap risiko saling terhubung. Dengan analisis berbasis hubungan antar aset, tim security dapat melihat gambaran yang lebih utuh tentang potensi ancaman.

Melalui pendekatan ini, organisasi bisa memahami dampak sebenarnya dari sebuah vulnerability. Tidak hanya sekadar mengetahui ada celah, tetapi juga mengetahui seberapa besar dampaknya terhadap sistem dan bisnis secara keseluruhan. Ini menjadi perubahan penting dari sekadar “melihat masalah” menjadi “memahami konteks masalah”.

Selain itu, Tenable juga memperluas kemampuan dalam melakukan attack surface assessment. Saat ini, attack surface tidak lagi terbatas pada server dan jaringan. Lingkupnya sudah meluas ke cloud workload, identity, API, container, hingga layanan berbasis AI. Semua komponen ini saling terhubung dan membentuk ekosistem yang kompleks.

Tanpa visibilitas yang jelas, attacker dapat dengan mudah berpindah dari satu titik ke titik lain. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mengetahui aset yang dimiliki, tetapi juga memahami bagaimana aset tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalur serangan.

Pendekatan baru ini juga membantu mengatasi masalah klasik dalam security, yaitu terlalu banyak alert. Selama ini, tim security sering dibanjiri notifikasi tanpa tahu mana yang harus diprioritaskan. Dengan analisis attack path, fokus dapat dialihkan ke jalur serangan yang benar-benar berbahaya.

Artinya, bukan lagi soal berapa banyak vulnerability yang ditemukan, tetapi kombinasi risiko mana yang paling berpotensi dimanfaatkan oleh attacker. Dengan begitu, tim dapat bekerja lebih efektif dan tidak terjebak dalam memperbaiki hal-hal yang sebenarnya tidak berdampak besar.

Hal penting lainnya adalah peningkatan fokus pada identity dan access management. Di banyak kasus, serangan tidak lagi mengandalkan eksploitasi teknis, tetapi memanfaatkan akses yang terlalu luas. Identity sering menjadi penghubung antar sistem, sehingga jika tidak dikontrol dengan baik, dapat membuka banyak celah sekaligus.

Dari sisi bisnis, pendekatan ini memberikan dampak yang signifikan. Dengan visibilitas yang lebih baik, organisasi dapat menentukan prioritas dengan lebih tepat, mempercepat proses perbaikan, dan mengoptimalkan penggunaan resource. Ini membuat strategi keamanan menjadi lebih efisien dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Kesimpulannya, tantangan utama dalam keamanan saat ini bukan lagi kekurangan teknologi, tetapi kurangnya visibilitas dan konteks. Lingkungan multi-cloud yang kompleks membutuhkan pendekatan baru yang lebih terintegrasi.

Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya mengetahui di mana vulnerability berada, tetapi memahami bagaimana vulnerability tersebut bisa dimanfaatkan. Karena yang benar-benar berbahaya bukan satu celah, melainkan bagaimana celah-celah tersebut saling terhubung dan membentuk jalur serangan.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Tenable Indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Tenable.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!